Lapas Labuhan Ruku Gelar Kajian Dhuha Bersama Ponpes Ad-Dhiyah Asahan, Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
Batu Bara — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berkomitmen meningkatkan pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan melalui kegiatan Kajian Dhuha yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah, Kamis (29/10). Kegiatan ini bekerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Ad-Dhiyah Asahan dari Yayasan Haji Supangat dan diikuti oleh 120 warga binaan laki-laki dewasa.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan dua orang pemateri dari Ponpes Ad-Dhiyah Asahan. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang merupakan pengurus Masjid At-Taubah Lapas Labuhan Ruku, kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Al-Ustadz Bukhori.
Dalam tausiah yang disampaikan, warga binaan diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama dan menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah penyampaian tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berinteraksi langsung dengan pemateri. Antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembinaan kepribadian, khususnya di bidang kerohanian. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Al-Ustadz Bukhori.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan warga binaan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual, meningkatkan kesadaran diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksanaan Kajian Dhuha berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan kondusif. Lapas Labuhan Ruku akan terus mendorong pelaksanaan program pembinaan kerohanian melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan, sebagai wujud komitmen dalam mewujudkan pembinaan pemasyarakatan yang humanis, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat.